Essien dan Cole Terancam Dideportasi

Diberitakan bahwa mayoritas pemain asing di Gojek Traveloka Liga 1 sebenarnya masih belum mengantongi izin kerja dan tinggal di Tanah Air. Namun mereka justru nekad dimainkan oleh para klub pemilik. Hal serupa diketahui juga terjadi pada pemain Persib Bandung, Michel Essien. Belakangan juga beredar informasi bahwa Essien dan para pemain asing tak berizin tersebut terancam dideportasi dari Indonesia. Tak hanya itu, pihak pengelola klub pun kabarnya bisa dijerat sanksi pidana.

Michael Essien dan rekannya, Carlton Cole tercatat mulai tampil di Liga 1 saat Maung Bandung menjamu Arema Malang pada hari Sabtu lalu. Sebagai informasi, selain dua mantan pemain Premier League tersebut, setidaknya ada 11 orang pemain asing lainnya juga sudah terlanjur membela klub mereka walau sebenarnya masih belum mengantongi izin kerja dari pemerintah. Bahkan, Marquee Player Madura United, Peter Odemwingie berhasil menyumbangkan gol kemenangan 2-0 pada laga debutnya saat timnya berhadapan dengan Bali United pada hari Minggu lalu. Padahal, sama seperti Essien dan Cole, Odemwingie juga masih belum mendapatkan Kartu Izin Tinggal Terbatas atau Kitas dari Imigrasi

essien-dan-cole-terancam-dideportasi

essien-dan-cole-terancam-dideportasi

Hal tersebut diketahui menjadi persoalan dan sorotan dari sejumlah pihak, khususnya Badan Olahraga Profesional Indonesia atau BOPI serta Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia.Pada hari Senin 17 April 2017 lalu, Sekretaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan dengan PT Liga Indonesia Baru, pemain asing belum memiliki Kitas dan izin mempekerjakan tenaga asing atau IMTA, seharusnya tidak boleh dimainkan oleh klub.

Namun faktanya, hal tersebut dilanggar oleh PT LIB. Karena itu menurutnya BOPI tak bisa memberikan toleransi. Karena itu, agen judi bola terbaik mendengar BOPI pun akhrinya menyurati Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing atau PPTKA Kementrian Ketenagakerjaan terkait masalah tersebut. Dalam kesempatan tersebut Heru Nugroho bahkan mengatakan bahwa Operator Liga saat ini, PT LIB masih saja mengulangi ketidakprofesional yg selama ini sudah jadi cap yg melekat di diri mereka.

pssi-kembali-mengulang-dosa-masa-lalu-tentang-pemain-asing

pssi-kembali-mengulang-dosa-masa-lalu-tentang-pemain-asing

PSSI Kembali Mengulang Dosa Masa Lalu Tentang Pemain Asing

Selain itu dalam kesempatan berbeda, Akmal Marhali selaku Koordinator Save Our Soccer menuturkan bahwa menurutnya pelanggaran izin pemian asing di Indonesia terus berulang. Bahkan hal sama juga terjadi di Torabika Soccer Championship 2016 lalu. Menurutnya, pemerintah khususnya Kemenpora tidak tegas mengenai aturan yg wajib untuk ditaati tersebut. Ia menyebut, lantaran pemerintah tak punya wibawa maka masalah tersebut kembali terulang.

Sementara itu Eko Noer Kristiyanyo, peneliti dari Badan Peneltian dan Pengembangan Kemenkumham menyebut bahwa masalah ini seharusnya tidak pernah terjadi bila saja klub- klub dengan Marquee Player tersebut dan juga PT LIB Konsekuen dalam mengurus dokumen pemain asing mereka sebelum memainkannya. Bahkan ia menyebut bahwa pelanggaran ini terjadi di depan mata dan disaksikan oleh banyak orang.

Eko yang setau agen judi slot online indonesia juga adalah anggota Tim Pakar Departemen Kepatuhan dan Integritas PSSI tersebut mengaku telah berkali- kali mengingatkan internal PSSI mengenai masalah tersebut. Karena itu ia pun berharap PSSI di era baru ini tidak mewarisi masalah lama yg terus menerus terjadi tersebut. Terkait hal tersebut, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung, Agustianur, menegaskan bahwa Essien dan Cole bisa saja dideportasi lantaran masalah ini.

Ia menjelaskan, para pemain ini adalah pemain profesional dan digaji oleh klub sehingga saat mereka bermain mereka bisa dinilai sudah bekerja. Jadi sanksinya bisa saja berupa deportasi. Namun tentu masalah ini juga harus didalami terlebih dahulu. Tak hanya pemain, klub juga terkena masalah karena hal ini. Berdasarakan Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2003 tengan Ketenagakerjaan, pemberi kerja, dalam hal ini pengelola klub, bisa saja terkena hukuman pidana bila mereka terbukti melanggar aturan IMTA. Ancaman pidananya bahkan hingga 4 tahun penjara.

Di tempat berbeda, Manajer Persib, Umuh Muchtar, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengurus dokumen Essien dan Cole. Namun sambil menunggu selesainya dokumen tersebut, Persib mengaku akan tetapi memainkan dua Marquee Player mereka tersebut dengan izin PSSI. Hal senada juga diungkapkan oleh Manajer Madura United, Haruna Soemitro. Pihaknya pun juga berlindung dibalik izin PSSI untuk memainkan Odemwingie walau dokumen sang pemain sendiri masih dalam proses.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s