Juninho Hampir Gabung Liverpool, Tapi…..

Mantan gelandang Middlesbrough Juninho Paulista mengaku dirinya menyesal menolak tawaran gabung Liverpool pada tahun 1997 silam. Juninho adalah pemain asal Brasil pertama yang bermain di pentas Premier League. Ia gabung The Boro pada tahun 1995. Namun dia hanya bermain selama dua tahun saja di Riverside Stadium sebelum akhirnya pindah ke Atletico Madrid pada tahun 1997.

Daftar agen bola terpercaya di indonesia mencatat Juninho mengaku dia menyesali keputusannya pindah ke Atletico tersebut. Apalagi saat itu ada Liverpool yang sudah menawarinya pindah ke Anfield.

Juniinho mengatakan jika dia bisa kembali ke masa lalu, dia tidak akan pernah meninggalkan Inggris seperti yang dilakukannya kala itu. Pasalnya dia punya kesempatan untuk pergi ke Liverpool pada tahun 1997. Manajer (Roy Evans) berbicara kepada manajernya, tapi dia sudah memberikan janji saya ke Atletico Madrid.

Dia tidak bisa mengeluh tentang karirnya tetapi jika dia bisa mengubah beberapa hal dia akan senang bermain lebih lama di Inggris. Karir Juninho di Atletico sendiri tidak begitu mulus. Dia bahkan sempat dipinjamkan kembali ke The Boro pada tahun 1999 selama semusim dan Vasco da Gama di musim berikutnya dan juga Flamengo.

Pada tahun 2002 sejak daftar agen judi bola terpercaya di indonesia dia akhirnya kembali lagi secara permanen ke Middlesbrough dan bertahan selama dua tahun di sana. Ketika Middlesbrough akhirnya masuk ke Eropa (di tahun 2004) dia angkat kaki karena Steve McClaren. Mungkin dia bisa memaksa bertahan. Dan di periode pertama kalinya (1997), dia telah beradaptasi dengan baik dengan sepakbola Inggris. Dia pun menyimpulkan mungkin merupakan hal yang salah untuk pindah ke negara lain dengan begitu cepat.

Liverpool Semakin Sukses Tanpa Juninho

Juninho Hampir Gabung Liverpool, Tapi

Juninho

Kesuksesan terus didapatkan Liverpool tanpa Juninho. Yang terbaru, kemenangan diraih Liverpool saat menghadapi Stoke City di dalam lanjutan Premier League, Sabtu, 8 April 2017. Sempat tertinggal, The Reds sukses menang 2-1.

Agen bola terbesar dan terpercaya di indonesia mengecek Stoke unggul lebih dulu di menit 44 melalui gol Xherdan Shaqiri. Namun bintang Liverpool Philippe Coutinho berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit 70. Dua menit kemudian, Liverpool membalikkan kedudukan lewat gol Roberto Firmino. Tendangan voli pemain Brasil ini bersarang telak di gawang Stok. Liverpool menang 2-1.

Selain membuat skuat asuhan Juergen Klopp mempertahankan posisi tiga dengan 63 poin dari 32 laga, kemenangan ini juga diwarnai rekor yang dicetak Coutinho. Dilansir laman olahraga Inggris, Skysports, Minggu, 9 April 2017, dia menjadi pemain Brasil yang mencetak gol terbanyak di Premier League (30 gol dari 132 laga).

Dia melampaui total gol yang diraih Juninho (29 gol dari 125 laga), Oscar (21 gol dari 131 laga), Roberto Firmino (20 gol dari 61 laga) dan Gilberto Silva (17 gol dari 170 laga).

Juninho  Kini Bersama Tim Yang Masuk Zona Degradasi

Juninho sebelumnya memang bisa menjadi pemain Brasil yang menjadi idola baru bagi publik Stadion Riverside. Meskipun berhasil tampil mengesankan bersama Middlesbrough, dia tidak bisa menyelamatkan mereka dari jurang degradasi pada musim 1996/97.

Setelah The Boro terdegradasi, Juninho memilih untuk pergi dari Inggris dan meninggalkan Middlesbrough untuk bergabung ke Atletico Madrid. Walau sempat pergi dari Inggris, Juninho mengatakan kepada daftar agen judi bola terpercaya di indonesia akhirnya kembali ke Middlesbrough dengan status pinjaman dan permanen, sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada tahun 2010.

Total ia membuat 29 gol di Premier League dan menjadi salah satu pemain Brasil yang begitu subur di kompetisi tertinggi Inggris itu. Tapi rekor tersebut, baru saja dipecahkan oleh bintang Liverpool Philippe Coutinho yang membuat gol ke 30 nya saat melawan Stoke City.

Dia senang Coutiho mengambil rekor dirinya. Dia tidak bisa memikirkan orang yang lebih baik yang bisa melakukannya. Setelah Neymar, Coutinho dianggap sebagai pemain terbaik di Brasil. Dia pemain berkelas yang berbeda dan dia layak mendapat segalanya, dia mencapai hal ini karena dia telah bekerja sangat keras untuk itu.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s